WhatsApp-Image-2026-06-08-at-06.36.24-1-1
LITERACY TALK STORY TELLING DAN BEDAH BUKU

 

Literacy Talk, Story Telling, dan Bedah Buku: Menyalakan Semangat Literasi dari Kader Literasi Kelas

Tenggarong – Semangat literasi kembali bergelora di lingkungan SMP Negeri 2 Tenggarong melalui kegiatan Literacy Talk, Story Telling, dan Bedah Buku yang diselenggarakan di Perpustakaan Lentera SMP Negeri 2 Tenggarong. Kegiatan ini diikuti oleh para Kader Literasi Kelas sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu menggerakkan budaya membaca, menulis, dan berbagi pengetahuan di setiap kelas.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang inspiratif bagi para peserta untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan berkomunikasi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap dunia literasi. Melalui sesi Literacy Talk, peserta diajak memahami pentingnya literasi sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

Pada sesi Story Telling, para kader diberikan kesempatan untuk menyampaikan cerita dengan ekspresi dan kreativitas mereka. Kegiatan ini melatih keberanian berbicara di depan umum, kemampuan menyampaikan pesan secara efektif, serta membangun rasa percaya diri. Cerita-cerita yang disampaikan tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan nilai karakter, inspirasi, dan pembelajaran.

Sementara itu, kegiatan Bedah Buku menjadi sarana untuk mengasah kemampuan berpikir kritis peserta. Para kader diajak untuk memahami isi buku secara lebih mendalam, mengidentifikasi pesan yang terkandung di dalamnya, serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme peserta dalam mengemukakan pendapat dan menghargai sudut pandang orang lain.

Koordinator Literasi SMP Negeri 2 Tenggarong menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Kader Literasi Kelas memiliki peran strategis sebagai motor penggerak budaya literasi di lingkungan sekolah. Melalui berbagai program dan kegiatan yang kreatif, para kader diharapkan mampu mengajak teman-temannya untuk menjadikan membaca dan menulis sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

“Satu buku membuka seribu kemungkinan, satu pembaca menyalakan sejuta harapan.” Semangat inilah yang menjadi ruh dari setiap gerakan literasi yang tumbuh di SMP Negeri 2 Tenggarong. Literasi adalah jendela dunia yang membuka peluang bagi setiap peserta didik untuk berkembang, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Melalui kegiatan Literacy Talk, Story Telling, dan Bedah Buku ini, diharapkan lahir generasi pembelajar yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis, berani menyampaikan gagasan, serta menghasilkan karya-karya yang bermanfaat. Para Kader Literasi Kelas diharapkan terus menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk menumbuhkan budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan.

SMP Negeri 2 Tenggarong berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program inovatif yang mendukung penguatan literasi sekolah. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, gerakan literasi diyakini akan semakin berkembang dan menjadi bagian dari karakter seluruh warga sekolah.

Perpustakaan Lentera SMP Negeri 2 Tenggarong akan terus menjadi rumah bagi tumbuhnya ide, kreativitas, dan mimpi-mimpi besar para generasi muda. Sebab, setiap halaman yang dibaca hari ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih cerah. 📚✨

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait