WhatsApp-Image-2026-05-19-at-13.05.00
KP-GLS : KUNJUNG PERPUSTAKAAN_GERAKAN LITERASI SEKOLAH

SMP Negeri 2 Tenggarong Hadirkan Program Unggulan Berbasis Karakter, Literasi, dan Keterampilan Abad 21

Tenggarong – Dalam upaya mewujudkan peserta didik yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap tantangan zaman, SMP Negeri 2 Tenggarong secara konsisten melaksanakan program unggulan sekolah yang terintegrasi dengan visi pendidikan sekolah, yakni Religius, Berbudaya Lingkungan, dan Berketerampilan Abad 21.

Program ini dilaksanakan secara terjadwal setiap pekan dengan sistem pelaksanaan bergilir berdasarkan jenjang kelas, yaitu Hari Selasa untuk kelas VII, Hari Rabu untuk kelas IX, dan Hari Kamis untuk kelas VIII. Dalam satu hari kegiatan, peserta didik mengikuti rangkaian pembiasaan positif yang dikemas secara terpadu untuk memperkuat aspek spiritual, akademik, literasi, karakter, dan keterampilan abad ke-21.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha bersama sebagai bentuk pembiasaan spiritual yang bertujuan menanamkan nilai religius kepada peserta didik. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi keimanan dan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah itu, peserta didik mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai jadwal pembelajaran. Proses pembelajaran dirancang aktif, kolaboratif, dan kontekstual guna mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, serta kolaborasi yang menjadi bagian penting dari keterampilan abad ke-21.

Sebagai bentuk penguatan karakter religius dan budaya lokal, sekolah juga melaksanakan GEMA (Gerakan Etam Mengaji). Program ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membangun kebiasaan positif dalam mendalami nilai-nilai spiritual. Kehadiran program GEMA juga menjadi cerminan komitmen sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam budaya sekolah.

Di sisi lain, budaya literasi diperkuat melalui program KP-GLS (Kunjung Perpustakaan – Gerakan Literasi Sekolah). Dalam pelaksanaannya, peserta didik secara bergantian melakukan kunjungan ke perpustakaan sekolah maupun melaksanakan aktivitas membaca dan berliterasi di Pojok Literasi kelas. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca, tetapi juga membangun kemampuan memahami informasi, berpikir reflektif, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Menariknya, program unggulan ini juga diperkaya melalui kegiatan Project Based Learning (PjBL) dengan tema proyek yang berbeda pada setiap jenjang kelas. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, peserta didik diberi kesempatan untuk mengeksplorasi ide, memecahkan masalah nyata, bekerja sama dalam tim, serta menghasilkan karya yang bermakna. Setiap jenjang kelas memiliki fokus proyek yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik sehingga proses belajar menjadi lebih relevan dan aplikatif.

Koordinasi berbagai kegiatan tersebut menunjukkan komitmen sekolah dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang holistik, yaitu pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan literasi, kepedulian lingkungan, dan pengembangan kompetensi masa depan.

Melalui program unggulan yang dilaksanakan secara konsisten ini, SMP Negeri 2 Tenggarong berharap dapat mencetak generasi yang religius, berbudaya lingkungan, literat, serta memiliki keterampilan abad ke-21 untuk menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan budaya bangsa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait